Saturday, 10 September 2016

Trajedi Mengubah Hidupnya Lebih Baik



Saya suka bercerita tentang seorang lelaki bernama Greg. Cerita bermula apabila Greg kehilangan jejak isteri dan anak-anaknya. Setelah sekian lama,Greg kemudian mengupah detektif untuk mencari di mana mereka berada. Akhirnya diketahui,ternayatanya isterinya telah lari bersama lelaki lain setelah kedua-dua berjumpa di sebuah mall dua minggu sebelumnya. Greg mengalami kekecewaan hebat,fikirannya kacau,jiwanya tertekan. Cinta yang selama ini ia curahkan ternyata dibalas dengan pengkhianatan.

Greg lalu kaunseling dengan seorang kaunselor bernama H.Joursen.

"Orang yang membawa lari isterimu itu tentu bukan orang baik,orang gila yang tidak tahu malu dan tidak punya moral. Orang seperti itu hanya akan memanfaatkan orang lain untuk keuntungan dirinya. Ia tidak akan membahagiakan orang lain. Isterimu akan menyesali perbuatannya,"kata kaunselor itu.

Tepat sekali. Akhirnya,Amee,nama wanita itu,kembali kepada Greg. Dan,tentu saja,Greg sudah tidak mahu menerima kehadirannya lagi. Dua bulan berikutnya,Greg mendapatkan hak asuh terhadap anak-anaknya,menjadi single parent. Sungguhpun begitu,kehidupan Greg selanjutnya masih belum cerah. Wang yang ia peroleh daripada gajinya sebagai pembantu pensyarah telah kering untuk membiayai perjuangannya mendapatkan hak asuh anak-anakya di pengadilan. Garapan-garapannya juga bermasalah. Ia juga mencemaskan keadaan mental anak-anaknya sebab terpaksa hidup tanpa seorang ibu.

Hari demi hari berlalu,luka hati Greg semakin kering,meskipun tetap berparut. Ia merenungi keadaan berat yang pernah ia lalui itu. Ia tersentuh,sebab selama dalam penderitaan,banyak hikmah yang ia dapat. Banyak kawannya yang lebih memperhatikannya dan ikut membantu meringankan beban kehidupannya. Ibu bapanya menjual rumah kemudian pindah ke tempat yang lebih dekat dengan Greg untuk membantu membesarkan anak-anak Greg.

Greg mengatakan bahawa pengalaman telah mengubah kehidupannya,mengajar bagaimana sewajarnya memperlakukan orang lain. Ia mengalami perubahan nilai-nilai dalam hidupnya. Kini ia lebih mudah berempati dan memaafkan orang lain dan tidak lagi menjadi pemarah.

Beransur-ansur kehidupannya semakin bertambah baik. Garapan-garapan buku yang pernah tertunda dapat ia selesaikan. Tidak lama kemudian ia mendapatkan pekerjaan yang lebih layak.

p/s : Begitulah. Terkadang tragedi membawa kebaikan dan kesedaran baharu bagi penderitaannya,untuk kemudian menjalani kehidupan yang lebih baik.

No comments:

Post a Comment